Showing posts with label Mynotes. Show all posts
Rahasia Matematika dan Mencapai 101% Kesuksesan
1 x
8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x
9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x
9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Hebatkan?
coba perhatikan lihat simetri ini:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Sekarang ini juga
coba perhatikan lihat simetri ini:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Sekarang ini juga
101%
Dari sudut pandangan matematik :
Apakah sama dengan 100%?
Apa maksudnya LEBIH dari 100%?
Kita sebut pasti lebih dari 100%?
Kita selalu dalam situasi di mana seseorang maukah kita BERIKAN SEPENUHNYA 100%
Bagaimana bisa MENCAPAI 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit rumus matematika di bawah ini membantu anda.
Jika:
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTU VWXYZ
Digambarkan sebagai:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
Jika:
KERJA KERAS
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1= 99%
H-A-R-D-W-O-R- K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
Dan:
Knowledge
11 +14 +15 +23 + 12 5 +4 +7 + 5 = 96%
Serta
SIKAP
19 + 9 + 11 + 1 + 16 + 4 + 9 + 18 + 9= 96%
Dalam Bahasa Inggeris;
A-T-T-I-T-U-D-E
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%
Sikap diri atau attitude adalah yang utama untuk mencapai 100%. Jika kita bekerja keras sekalipun tetapi jika attitude kita jelek maka, masih belum dapat 100%.
Tapi
LOVE OF GOD
12 +15 +22 +5 +15 + 6 +7 +15 +4 = 101%
atau
SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%
Apakah sama dengan 100%?
Apa maksudnya LEBIH dari 100%?
Kita sebut pasti lebih dari 100%?
Kita selalu dalam situasi di mana seseorang maukah kita BERIKAN SEPENUHNYA 100%
Bagaimana bisa MENCAPAI 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit rumus matematika di bawah ini membantu anda.
Jika:
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTU VWXYZ
Digambarkan sebagai:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
Jika:
KERJA KERAS
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1= 99%
H-A-R-D-W-O-R- K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
Dan:
Knowledge
11 +14 +15 +23 + 12 5 +4 +7 + 5 = 96%
Serta
SIKAP
19 + 9 + 11 + 1 + 16 + 4 + 9 + 18 + 9= 96%
Dalam Bahasa Inggeris;
A-T-T-I-T-U-D-E
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%
Sikap diri atau attitude adalah yang utama untuk mencapai 100%. Jika kita bekerja keras sekalipun tetapi jika attitude kita jelek maka, masih belum dapat 100%.
Tapi
LOVE OF GOD
12 +15 +22 +5 +15 + 6 +7 +15 +4 = 101%
atau
SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%
Yang Penting Berbagi Kalo Ada
Selamat pagi kawan, hehe ya karena sudah lewat jam 00.00 nih, tapi kok masih melek ya. Inilah kerjaan saya akhir-akhir ini begadang mulu tanpa tersadar tapi tak terasa lihat jam udah tengah malam mulu. Hmm blog saya bener-bener ketinggalan jauh ama yang lain. Mau gak bilang gt gimana coba??? saya cek alexa ku backlinknya cuman nambah 1, 1 aja tapi lumayan untuk blog yang "tidak diurus" hehe. Tapi iri lihat blog temen-temen yang backlink + rank nya menanjak jauuuuuuuuuh. Yah gimana lagi, boro-boro ngeblog ya kawan, buka internet aja kagak ada waktu kerjaan numpuk. Sudah gitu sakitpun menerpa. Siaaaaaaaallll :D . Tapi ya sudahlah yang penting kalo ada yang menarik bangeettttz pasti sempet-sempetin posting bagi-bagi mah harus he. Tapi sekarang mah fokus dulu ama kerjaan apa lagi anak-anak mau UTS buat soal UTS dan lain-lain pokonya jadi maaf bgt ya blogku sayang wkwkwk, entah kapan kubuka lagi dirimu. Sekolahan menanti dengan penuh tanggung jawab, ya lihat aja nilai anak-anak bagus atau jauh dari harapan ini nilai UTS. Kalo pada jelek, waduh berarti masih belum pas nih nyampein materi ke anak-anak. Maklum guru SD mah harus bener-bener menuruk saya sih gitu. Karena dasarnya mereka belajar pelajaran dll ya di SD ini. Semoga nilai mereka bagus-bagus, belajar yang rajin ya anak-anak hehehe. Eh panjang-panjang malah ngobrol kemana, hehe maklum lagi capeeee. Ya gitu tadi pokonya blog mah yang penting berbagi aja, mau kapn bukanya, postingnya, yang penting berbagi mas broooo. ok, ok?? setuju pasti. gak mikirin gimana cara dapetin backlink yang buanyaaaaakk, page rank alexa dll yang penting blogging terus banyak temen gitu aja lah. Sudah cukup sekian dulu, udah ngantuk nih hehe....
Susahnya Menarik Pengunjung Blog
Hem kawan, mau sedikit cerita nih sebelum muter-muter kota lagi. Sebenarnya memamg benar dikatakan banyak kawan blogger kalo baru nyemplung blogging itu semangatnya menggebu-gebu, semua pasti pernah mengalaminya khan? Ada yang rank.1 buat posting blog karena saking up to date nya, ada yang rajin blog walking, dan banyak hal lain demi usaha dapat pengunjung balikan. Tapi gedek juga kalo lihat traffick dari bulan ke bulan, musim-ke musim tak ada kemajuan or naik paling cuman berapa. Memang susah pengen banyak yang mampir ke blog kita. Seperti hal-h penting yang menurut saya wajib, judul artikel harus menarik, bombastis, hehehe.. gitu kata orang-orang mah.
Terus lanjut kawan, artikel harus berguna tentunya, dari pada cape-cape nulis ngetik tapi cuman menuhin halaman depan aja. Saya juga kesel kawan soalnya PR.O mulu traffick sih ada peningkatan lumayan dari pada lumanyun hahaha... Padahal saya sangat memperhatikan kalo buat artikel, tutorial dll itu tanpa ribet, sederhana, dan rapih tentunya sebab nyam banget kalo baca artikel blog itu rapih tak banyak iklan yang pada gentayangan mengganggu, pop up dll yang ganggu banget, bentar-bentar menuju halaman iklan jadi males bacanya. Terus kalo ada tutorial yang mau di coba eeeh malah anti copas, beuhh... terus yang baca mau pake tutorialnya gimana khan yang di posting script yang panjaaaaaaaaaaang, Emangnya ente kira saya Dominic Brian Or Master Joe Sandi yang bisa lihat terus inget script yang banyak bgt itu. Segitu dulu kawan, kalo ada waktu curcol lagi wkwkwkw. Yang penting keep smile, jaga postingan yang berguna+berkualitas tanpa kopas (usahakan hehehe). Pokona mah maju terus bagi-bagi informasi itu saja.
KAbur dulu ah...
Kepiting Dalam Baskom
Saat menjelang malam, di sebuah tepian pantai, terlihat para nelayan sedang sibuk menangkap kepiting yang biasanya keluar dari sarang. Ketika matahari terbenam, Kepiting itu tampak berkeliaran & berlarian menyambut ombak.
Para nelayan sangat menikmati buruan mereka. Setelah tertangkap, kepiting itu segera dimasukkan ke dalam baskom. Uniknya, baskom tersebut tidak perlu diberi penutup untuk mencegah kepiting meloloskan diri. Di dalam baskom yang berisi puluhan kepiting, terlihat kepiting yang bergerak-gerak terus, seperti hendak mencoba meloloskan diri dari baskom.
Capitnya digunakan sekuat tenaga untuk mencari pegangan demi naik ke atas baskom agar bisa keluar. Satu sama lain melakukan hal yang sama. Saling dorong & saling tarik membuat kepiting itu justru tak bisa naik ke atas. Menariknya, saat ada 1 atau 2 ekor kepiting yang hendak berhasil keluar, kepiting yang berada di bawah itu justru seperti berusaha menarik kembali kepiting tersebut ke dalam baskom. Capit yang kuat selalu digunakan untuk menarik sesama kepiting yang hendak lolos dari baskom. Begitu seterusnya. Jika ada seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan berusaha keras menarik kembali ke dasar baskom.
Akibatnya, meski baskom terbuka lebar, tak ada satu pun kepiting yang berhasil keluar. Ketika tertangkap, hampir mustahil si kepiting bisa selamat karena mereka justru saling tarik ketika berada dalam baskom. Itulah yg membuat para nelayan tidak pernah memberikan tutup untuk mencegah tangkapannya lari.
Para nelayan tahu persis sifat kepiting sehingga tak perlu repot membuat tutup baskom.
Jika kepiting sudah berada di tangan nelayan, nasib kepiting sudah pasti, apakah mau langsung dimasak atau dijual ke pasar.
Kepiting yang seharusnya bisa memanfaatkan kekuatan capitnya untuk menyelamatkan diri, tidak bisa melakukan hal itu karena mereka malah saling tarik. Itulah sifat kepiting yang tidak bisa melihat kepiting lainnya berhasil keluar dari penangkapnya.
Kisah kepiting diatas mengingatkan kita pada kehidupan manusia pada umumnya. Kadang manusia bertingkah laku seperti kepiting di dalam baskom. Saat ada seorang teman berhasil mencapai sebuah prestasi, maka kita bukannya ikut berbahagia tapi, kita justru merasa iri, marah, tidak senang atau malahan berusaha menjatuhkan teman tersebut, daripada mempunyai niat menghalangi atau menjatuhkan orang lain, lebih baik bagi kita untuk terus mendoakan teman-teman kita untuk mencapai kesuksesan...
Kisah Penjual Dawet
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Dan penjual dawet itupun memikul dagangannya dengan bahu kanan. Dia berjalan perlahan melewati pinggiran jalan raya yang penuh dengan truk dan mobil berkecepatan tinggi.
Dia tergesa-gesa mengejar adzan jum’at berkumandang. Tinggal seratus meter lagi menuju masjid. Lelaki tua itu, lelaki tak kenal lelah. Memasuki pelataran masjid. Membasuh tubuhnya dengan air wudhu dan sesekali meminum air itu. “daripada minum dawet, lebih baik aku minum air masjid ini”, begitu mungkin pikirnya.
Aku memandangnya dari jauh. Kulihat sesekali dia menoleh ke barang dagangannya. Takut ada yang mencuri mungkin. Maklumlah, modal yang dipakai pas-pasan. Jangan sampai dagangannya hilang atau rusak oleh ulah tangan jahil. Ketika adzan jum’at berkumandang. Dia memilih sholat di dekat dagangannya.
Kasihan engkau kakek. Di umur senjamu, engkau masih harus bekerja keras sendiri. Dimana anak cucumu kek?
Bahkan ketika sholat jum’at telah selesai. Sang kakek duduk di dekat dagangannya. Berharap ada satu atau dua jamaah yang menoleh dan membeli es dawetnya.
Sayang beribu sayang. Mungkin jum’at ini bukan jum’at yang baik baginya. Tak satupun jamaah masjid membeli. Jangankan membeli, menolehpun tidak. Kakek itu hanya terpaku melihat satu per satu jamaah keluar dari halaman masjid.
Peluh mulai membasahi tubuhnya. Bayangan akan lembaran uang lenyap bersamaan dengan sepinya masjid itu ….
Aku … yang sedari tadi duduk di halaman masjid, hanya diam tak bergerak. Kuamati sampai berapa lama sang kakek akan bertahan di pelataran masjid itu.
Masjid mulai sepi. Hampir semua jamaah telah pulang. Yang tersisa hanyalah takmir masjid dan beberapa pengurus masjid yang sibuk menghitung uang hasil infak para jamaah.
Sang kakek menoleh ke kanan dan ke kiri. Tak ada lagi jamaah tersisa. Tinggal aku dan motor plat merahku. Akupun hanya terdiam. Ingin aku membeli es dawetnya. Tapi apa daya, satu-satunya uang sepuluh ribuan yang kubawa, telah kumasukkan ke dalam kotak infak masjid. Sementara pengurus masjid sibuk menghitung infak, sang kakek harus sibuk menggotong kembali barang dagangannya yang tak laku sama sekali.
Sang kakek, dengan tatapan tegar. Kembali berjalan. Dia keluar dari pelataran masjid menuju ke arah utara, arah dimana rumah dinasku berada.
Kupacu motorku cepat. Kudahului sang kakek, kutunggu dia di depan puskesmas.
Dua puluh menit berlalu dan dari kejauhan, sang kakek akhirnya nampak. Kupanggil dia keras-keras.
“Paaak!!! Paaakk!!!!”
Dan sang kakek pun mendekat. Dia bertanya, “mau beli dawet ta nak?”
“iya”, jawabku mantap.
“berapaan pak satu gelasnya?”
“seribu nak”, jawabnya jujur.
“Masya Allah!!!! Dawet segelas dijual cuman seharga seribu!!! Kapan balik modalnya coba!!!!”, batinku
“yasudah pak, sini masuk, saya mau beli”
Sang kakek berjalan mengikutiku masuk ke ruang rawat inap para pasien.
Singkat cerita. Aku membeli duapuluh gelas dawet untukku dan untuk para keluarga penunggu pasien.
Sang kakek melayani permintaanku dengan senyum mengembang di wajahnya. Kulihat gentong berisi air dawetnya mulai berkurang setengah. Masih sisa setengah lagi.
“sudah pak, berapa semuanya?”
“duapuluh ribu nak”, katanya berkaca-kaca.
“ini pak, bawa saja sisa kembaliannya”, kuserahkan lembaran limapuluh ribu ke tangan kakek itu.
Dan sang kakek bertanya, ‘lho berarti sampeyan shodakoh ini ke saya?”
“apalah kek itu namanya, intinya kembaliannya aku kasih buat kakek ….”
“ini namanya shodakoh nak. Matur nuwun nak. Kulo doakan semoga sampeyan lancar rejeki”
“amin ya Allah”, jawabku singkat.
Sang kakek pun kembali memikul dagangannya. Kali ini jalannya semakin cepat. Mungkin karena bahagia atau karena berat gentong dawetnya sudah berkurang setengah.
Tak terasa air mata merembes di pelupuk mataku.
***
Dan tahukah engkau teman. Keesokan harinya, uang limapuluh ribu itu, dikembalikan dengan cara yang sangat ajaib oleh Allah. Dia kembali ke tanganku bukan lagi sebesar limapuluh ribu, melainkan satu juta. Rejeki yang sangat tidak aku perhitungkan bakal kudapat minggu ini. Dan berkat itu, aku bisa menabung 2,5 juta untuk minggu ini. Sejuta lebih banyak dibanding minggu2 sebelumnya.
Kakek ….
Terimakasih atas doamu…
Sebenarnya bukan aku, melainkan engkau, yang memberi shodakoh ... Doamu, adalah pembuka pintu rejeki untukku ...
Terimakasih banyak, kek ….
Jetis, 23 juli 2011
Setelah sempat terlupa untuk mengucap syukur padaNYA ..
Sumber: http://alvast.multiply.com/journal/ite
Nasi Liwet Bakso

BAHAN :
* 1 liter beras (800 gr) beras, cuci bersih, rendam selama sekitar 2 jam
* 1 buah kelapa muda (yang dipakai airnya)
* 2 lembar daun salam
* 2 lembar daun jeruk
* 2 sachet penyedap rasa (masako dll terserah selera)
* bakso instan, kecap, saus sambal tomat pedas
* ikan asin sesuai selera
* jamur tiram sesuai selera
* bawang merah, bawang putih, daun bawang secukupnya
CARA MEMASAK NASI LIWET KOMPLIT :
1 NASI LIWET:
Beras ditiriskan lalu dicampur penyedap rasa, santan, daun jeruk dan semua bahan diatas. kemudian ketika hampir matang, jamur dan ikan asin di masukan terus di aduk sampai rata. Lalu tunggu sampai matang nasinya dan airnya mengering,Saat memasak sebaiknya gunakan api kecil dan alasi panci dengan seng yang agak tinggi agar nasi tidak gosong karena terlalu panas apinya.
2. Baso Goreng
Panaskan minyak, lalu potong menjadi dua bagian baksonya (dibagi tengah). Kemudian goreng hingga matang.
Nasi liwet sipa di sajikan di piring kemudian ditemani bakso goreng tadi lalu di bubuhi kecap secukupnya dan saus sambal untuk yang suka pedas. Lihat gambar di atas.
Selamat mencoba :) cocok buat kemah nih hehehehe.
Kematian Yang Tertunda
Suatu ketika, Nabi Daud a.s. duduk di suatu tempat. Di sampingnya, ada seorang pemuda saleh yang duduk dengan tenang tanpa banyak bicara. Tiba-tiba, datang Malaikat Maut yang mengucapkan salam kepada Nabi Daud. Anehnya, Malaikat Maut terus memandang pemuda itu dengan serius.
Nabi Daud berkata kepadanya, "Mengapa engkau memandangi dia?"
Malaikat Maut menjawab, "Aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya tujuh hari lagi di tempat ini!"
Nabi Daud pun merasa iba dan kasihan kepada pemuda itu. Beliau pun berkata kepadanya, "Wahai Anak Muda, apakah engkau mempunyai istri?"
"Tidak, saya belum pernah menikah," jawabnya.
"Datanglah engkau kepada Fulan - seseorang yang sangat dihormati di kalangan Bani Israil - dan katakan kepadanya, 'Daud menyuruhmu untuk mengawinkan anakmu denganku.' Lalu, kau bawa perempuan itu malam ini juga. Bawalah bekal yang engkau perlukan dan tinggallah bersamanya. Setelah tujuh hari, temuilah aku di tempat ini."
Pemuda itu pergi dan melakukan apa yang dinasihatkan Nabi Daud kepadanya. Dia pun dinikahkan oleh orang tua si Gadis. Dia tinggal bersama istrinya selama tujuh hari. Pada hari kedelapan pernikahannya, dia menepati janjinya untukbertemu dengan Daud.
"Wahai Pemuda, bagaimana engkau melihat peristiwa itu?"
"Seumur hidupku, aku belum pernah merasakan kenikmatan dan kebahagiaan seperti yang kualami beberapa hari ini," jawabnya.
Kemudian, Nabi Daud memerintahkan pemuda itu untuk duduk di sampingnya guna menunggu kedatangan malaikat yang hendak menjemput kematiannya. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Nabi Daud berkata, "Pulanglah kepada keluargamu dan kembalilah ke sini untuk menemuiku di tempat ini delapan hari setelah ini."
Pemuda itu pun pergi meninggalkan tempat itu menuju rumahnya. Pada hari kedelapan, dia menemui Nabi Daud di tempat tersebut dan duduk di sampingnya. Kemudian, kembali lagi pada minggu berikutnya, dan begitu seterusnya. Setelah sekian lama, datanglah Malaikat Maut kepada Nabi Daud.
"Bukankah engkau pernah mengatakan kepadaku bahwa engkau akan mencabut nyawa anak pemuda ini dalam waktu tujuh hari ke depan?"
Malaikat itu menjawab, "Ya."
Nabi Daud berkata lagi, "Telah berlalu delapan hari, delapan hari lagi, delapan hari lagi, dan engkau belum juga mencabut nyawanya."
"Wahai Daud, sesungguhnya Allah swt merasa iba kepadanya lalu dia menunda ajalnya sampai tiga puluh tahun yang akan datang."
Pemuda dalam kisah ini adalah seseorang yang taat beribadah, ahli munajat, gemar berbuat kebaikan, dan sangat penyayang kepada keluarganya. Boleh jadi, karena amal saleh dan doa-doanyalah, Allah Swt. berkenan menunda kematian sang Pemuda hingga tiga puluh tahun lamanya.
Sungguh, suatu kaum akan ditimpa azab oleh Allah sebagai suatu ketetapan yang pasti. Namun, kemudian seorang anak di antara mereka membaca, "Alhamdulillahi Rabbil Alamin." Ucapan itu didengar Allah dan Dia mengangkat azab-Nya dari mereka karena bacaan itu selama 40 tahun. (Fakhruddin Ar Razi)
Pelajaran Dari Sepotong Tebu
“Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi. Ngomong-ngomong, ‘sepah’ itu apa sih?
Meski bukan daerah penghasil gula, namun di rumah masa kecil saya terdapat rumpun-rumpun pohon tebu. Kami menggunakan parang untuk memotong batangnya, lalu mengupas kulitnya. Kemudian memotong batang tebu itu menjadi seukuran jari-jari telunjuk. Setelah itu? Kami mengungahnya. Rasa manis memenuhi mulut kami. Lalu tiba saatnya dimana kunyahan itu hanya menyisakan rasa tawar saja. Di mulut kami sekarang hanya tertinggal ampas. Kami meludahkan ampas itu ke tanah. Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memperbaiki paradigma hidup itu; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:
1. Jadilah pemanis kehidupan.
Disekitar kita begitu banyak orang yang suka minum kopi. Tetapi, saya hampir tidak pernah mengenal orang yang minum kopi tanpa gula. Bahkan sekalipun kita menyebutnya ‘kopi pahit’, ternyata ya menggunakan gula juga. Mengapa gula selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang disajikan? Karena gula membuat rasa pahit pada kopi terasa menjadi manis. Anda yang mengetahui rasa asli kopi tentu tahu jika sebenarnya kopi itu mirip arang. Karbon yang tersisa dari benda hangus. Makanya rasanya tidak benar-benar enak.
Tetapi, ketika kedalam seduhan kopi pahit itu kita bubuhkan gula; tiba-tiba saja kita menikmatinya. Bahkan menjadikannya sebagai minuman favorit. Bayangkan jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan.
2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti.
Ditempat tidur saya tiba-tiba saja banyak sekali semut. Setelah diperiksa, ternyata ada sisa-sisa gula dari kue kering yang kami makan bersama anak-anak. Ternyata benar; ada gula, ada semut. Para semut tidak lagi memperdulikan lokasi dan situasi. Dimana ada gula, kesitulah mereka berbondong beriringan. Ini tidak hanya benar bagi para semut. Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan.
Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya? Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.
3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang.
Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. Saya mengenal seorang eksekutif senior yang mumpuni. Setelah memasuki masa pensiun dari jabatanya yang tinggi, saya pikir beliau akan menjadi seperti ‘tebu-tebu’ yang lainnya. Ternyata saya keliru. Perusahaan kemudian memperpanjang masa kerjanya dengan system kontrak.
Lalu beliau berpindah ke perusahaan lain. Lalu beliau ditarik lagi oleh perusahaan lainnya. Bagi saya, beliau inilah salah satu living legend mereka yang tidak pernah membiarkan dirinya ‘kehilangan rasa manis’. Meski usianya sudah jauh melampaui masa pensiun, beliau tetap manis. Rasa manis yang masih tetap lestari didalam dirinya itulah yang menjadikan beliau tetap menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar. Jadi jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.
4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan.
Sekarang, cobalah ambil sesendok gula terbaik yang Anda miliki. Lalu suapkan sesendok gula itu kedalam mulut Anda, dan kunyahlah. Apakah Anda masih menikmati rasa manisnya? Pada dasarnya, semua orang menyukai rasa manis. Namun, tak seorang pun bisa melahapnya terlalu banyak. Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian. Bahkan gula pun mengajari kita bahwa terlalu banyak rasa manis membuat kepala kita pusing, bahkan kita bisa mengalami sindrom toleransi insulin.
Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah Anda. Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang saya maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri Anda sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.
5. Semanis apapun kita, tidak bisa lepas dari fitrah.
Sepah di kebun tebu kami jumlahnya tidak terlalu melimpah. Namun jika dibiarkan tetap saja menjadi sampah. Kami punya banyak pilihan untuk memperlakukannya. Jika kami membuangnya ke kolong kandang domba, maka sepah itu akan menambah nutrisi pada pupuk kandang yang kami dapatkan. Jika kami membuangnya ke kolam ikan, maka dia akan menjadi tempat tumbuhnya plankton dan jentik-jentik makanan penggemuk ikan. Jadi, apanya yang terbuang dari seonggok sepah? Tidak ada. Sepah benar-benar menyadari bahwa dia tidak bisa melawan fitrah. Semua orang yang pernah muda akan menjadi tua. Semua yang gagah perkasa akan menjadi tak berdaya. Semua yang kuat menjadi lemah. Itulah fitrah.
Tetapi mari sekali lagi kita lihat sang sepah. Bahkan setelah masuk tempat sampah, dia tetap saja menjadi anugerah. Jika kita ikut mengimani konsepsi hidup setelah mati, maka kita lebih beruntung lagi. Karena dengan keyakinan itu kita kita bisa berharap memetik buah manis tabungan kebaikan yang pernah kita lakukan semasa hidup. Kita boleh berharap itu, karena iman kita mengajarkan bahwa setiap amal baik yang pernah kita lakukan atas nama Tuhan, akan membuahkan imbalan yang sepadan. Beruntunglah kita yang percaya, karena setidak-tidaknya kita memiliki harapan; bahwa fitrah kita adalah untuk mempersiapkan tempat pulang alam keabadian.
Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang Anda harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Semoga, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.
Sumber
Kata Mutiara Bijak Cinta
Kata kata mutiara cinta bijak ini memiliki jilai yang sangat mendalam selain bisa kamu kirimkan keteman teman kamu akan mendapatkan nilai nilai berhga dalam kehidupan kamu tentunya soal percintan kamu dan kekasih. Kata bijak mutiara cinta yang penuh motifasi ini bisa menyemangati kehidupan kamu umumnya soal cinta yang sedang di rasakan.
Berikut kata mutiara cinta bbijak minggu ini:
1. Terkаdаng, memааfkаn kesаlаhаn seseorаng yg kаmu cintа lebih sulit dаripаdа memааfkаn seorаng temаn biаsа.
2. Bаhаgiа аdаlаh ketikа kаmu memiliki orаng yаng peduli, mencintаi, dаn mengerti dirimu lebih dаri kаmu mengerti diri sendiri.
3. CEMBURU itu wаjаr, kаrenа kаmu tаkut kehilаngаn. Tаpi jikа TERLALU, kаmu lebih mencintаi dirimu sendiri dаripаdа cintа itu sendiri.
4. Ketikа mencintаi seseorаng, cintаi аpа аdаnyа. Jаngаn berhаrаp diа yаng sempurnа, kаrenа kesempurnааn аdаlаh ketikа mencintа tаnpа syаrаt.
5. Berhenti mencаri seseorаng yаng pаntаs dicintа, kаrenа yаng kаmu butuh hаnyа kemаmpuаn untuk tulus mencintа.
6. Jikа kаmu mencintаi seseorаng, jаngаn pernаh mаlu untuk menyаtаkаn. Rаsа mаlu аkаn lebih bаik dаripаdа penyesаlаn seumur hidup.
7. Cintа tаk kаn menuntut kesempurnааn. Cintа kаn menerimа, memаhаmi, relа berkorbаn. Kаrenа sehаrusnyа cintа membuаtmu bаhаgiа, bukаn tersiksа
8. Cintа hаrus berаsаl dаri hаti. Mаkа jikа tidаk dаri hаti, jаngаn pernаh berucаp bаhwа kаmu mencintа.
9. Kesetiааn berаrti ketulusаn untuk menyimpаn sаtu nаmа tetаp dihаti, kemudiаn berjаnji untuk tidаk mengkhiаnаti.
10. Kаdаng lebih bаik menjаuh dаri diа yg kаmu cintа, bukаn kаrenа berhenti mencintа, tаpi kаrenа hаrus melindungi dirimu dаri lukа.
BONUS
Jаngаn tаkut melepаskаn sesuаtu yg terus menyаkiti. Kаmu tаk pernаh tаhu hаl bаik аpа yg telаh Tuhаn siаpkаn tuk menggаnti yg telаh hilаng.
Bersyukur аtаs аpа yаng dimiliki. Tаk perlu iri аtаs keberhаsilаn orаng lаin, kаrenа Tuhаn telаh mempersiаpkаn keberhаsilаn untukmu jugа.
"JIKA CINTA, KENAPA MESTI MALU, KENAPA MESTI GENGSI"
Semoga kata-kata mutiara di atas bisa membawa kita ke fikiran yang positif
Terima kasih atas kunjungannya, semoga yang membaca artikel ini mendapatkan cinta sejatinya dan bahagia.

Tentangku

Saya hanya seorang yang gemar mengumpulkan informasi apapun, dimanapun, kapapun. Jadi media blog ini, saya pergunakan sebagai buku catatan untuk pembelajaran saya. Teringat sebuah iklan salah satu operator:
- Kebebasan itu lucu. Katanya, bebas berteman dengan siapa saja. Asal orang tua suka.
- Kebebasan itu teori. Katanya, jadi laki-laki itu jangan takut gagal. Tapi juga jangan bodo ngambil resiko. Mendingan kerja dulu cari pengalaman.
- Kebebasan itu fantasi. Katanya, urusan jodoh sepenuhnya ditangan. Asalkan dari keluarga terpandang dan juga cantik.
- Kebebasan itu palsu. Katanya, hidup ini singkat. Mumpung masih muda nikmati sepuasnya. Asal jangan lewat dari jam 10 malam.
- Kebebasan itu aneh. Katanya, aku bebas berekspresi. Tapi selama rok masih dibawah lutut.
- Kebebasan itu ilusi. Katanya, urusan jodoh sepenuhnya ditanganku. Asalkan sesuku, kalo bisa kaya.
- Kebebasan itu, omong kosong.
- Katanya aku bebas berekspresi, tapi selama rok masih di bawah lutut.
- Hidup ini singkat, mumpung masih muda nikmati sepuasnya.
- Asal, jangan lewat dari jam 10 malam.
- Katanya, urusan jodoh sepenuhnya ada di tanganku.
- Asalkan sesuku, kalau bisa kaya, pendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik..
- Katanya, jaman sekarang pilihan itu nggak ada batasnya.
- Asal, ikutin pilihan yang ada.
Nah itulah dunia ini bebas-bebas segalanya asal ada syaratnya widih, kepalsuan belaka bung.
Tapi sama juga sih, di dunia maya juga walau secara umumnya memang bebas banget apapun terserah. Tapi tetap jangan lupakan etika. Yang bebas itu kita bebas share disini berbagi hal apapun yang baru atau yang belum kita ketahui. Jadilah tujuan blog ini sebagai buku catatat saya.
Di BALIK Kekurangan ada 1Juta Kesempurnaan
Jika Nabi Yusuf adalah manusia ciptaan Tuhan yang paling tampan, maka akulah manusia ciptaan Tuhan yang paling buruk. Postur tubuh pendek, rambut kriting, kulit hitam, bibir tebal, hidung pesek, semuanya ada padaku. Mungkin aku bisa menerima semua itu, tapi ada satu hal yang paling kubenci dari diriku.
“Suf, ayo makan!”, teriak ayahku membuyarkan lamunan buruk tentang diriku. Akupun keluar dari kamar, meninggalkan barang-barang yang masih berantakan. Di atas meja makan hanya tersedia beberapa roti isi daging dan dua gelas air putih. Maklumlah, kami baru saja pindah di rumah baru ini. Jadi ayah tidak sempat memasak ataupun memesan makanan.
Sebenarnya salah satu yang paling kubenci dari hidupku adalah orang tuaku. Aku benci karena ayah dan ibuku bercerai. Aku benci karena harus memilih tinggal dengan salah satu di antara mereka. Dan aku memilih tinggal dengan ayah, meski aku juga sangat menginginkan tinggal dengan ibu. Aku tidak pernah mendapatkan alasan yang jelas mengapa mereka bercerai, ayah hanya berkata “Itulah yang terbaik untuk kami”. Tapi sayang sekali, itu bukan yang terbaik untukku.
“Istirahatlah! Besok kita akan mencari sekolah baru untukmu.”, ucap ayah sambil tersenyum kepadaku. Aku menunduk sedih. Aku pasti akan kesulitan mencari teman baru. Di sekolah yang lama saja sangat sedikit yang mau berteman denganku. Bagaimana nanti di sekolah yang baru? Di satu sisi aku sangat senang karena sekolah baruku lebih bagus. Tapi, di sisi lain aku sangat minder untuk berteman dengan mereka nantinya.
***
Pagi-pagi sekali kami berangkat ke sekolah. Sekolahnya sangat bagus, gedungnya bertingkat, banyak pepohonan, dan halamannya bersih. Aku semakin bersemangat dibuatnya. Tanpa buang waktu kami langsung menghadap ke kepala sekolah.
“Maaf Pak, sekolah kami sudah memiliki banyak siswa dan semua kelas sudah penuh.”, kata kepala sekolah. Ayah melihatku dan mata kami beradu. Aku menunduk, tak tahan rasanya menahan air mata yang mau keluar. Akupun berjalan keluar, sementara ayah berusaha sekuat tenaga meyakinkan kepala sekolah. Aku menunggu di luar dengan wajah yang sedih. Suara ayah kedengaran olehku dari luar.
“Aku mohon Pak, terimalah anak saya. Meskipun dia jauh berbeda dari anak-anak yang lainnya, tapi dia anak yang cerdas. Dia sangat suka pelajaran Fisika. Bapak bisa memberinya tes kalau tidak percaya.” Ayah terus membujuk kepala sekolah agar menerimaku. Meskipun kepala sekolah terus menolak, tapi ayah tidak menyerah. Dia bahkan mengatakan akan membayar lebih asalakan saya bisa diterima di sekolah itu. Akhirnya kepala sekolah bersedia menerima dengan syarat aku harus dites. Singkatnya aku dites dan hasilnya adalah perfect. Aku diterima dengan hasil nyaris sempurna.
***
Hari selasa, hari pertama aku masuk sekolah. Ketika guru kelas memperkenalkanku, aku melihat ekspresi beberapa siswa sedikit menertawakanku. Namun ada juga yang kelihatannya empati melihat keadaanku, termasuk Putri, teman dudukku yang baru. Terus terang aku minder duduk dengannya. Dia cantik, putih, dan kelihantannya baik.
Setelah itu, guru menginformasikan bahwa akan ada Olimpiade Sains Nasional (OSN). Siswa yang mau ikut akan dites sebentar sore. Tiga siswa dengan nilai tertinggi
berhak mewakili sekolah untuk seleksi tingkat provinsi dan seterusnya hingga tingkat nasional. Juara nasional akan dipersiapkan untuk olimpiade tingkat internasional.
Aku tidak mau melewatkan kesempatan ini. Meskipun sebenarnya aku agak minder karena siswa kota biasanya pintar-pintar. Tanpa persiapan sama sekali, aku nekat ikut. Aku memilih bidang fisika karena saingannya sedikit dan aku memang suka pelajaran fisika. Esoknya pengumuman telah terpampang di papan pengumuman. Dengan sedikit ragu aku melihat hasilnya dan ternyata aku berada di urutan ketiga. Artinya aku bisa ikut seleksi ke tingkat provinsi. Aku berteriak karena senang, tapi tidak kedengaran siapa pun. Euforia yang kualami membuatku lupa betapa buruknya aku. Sekolah pun membentuk tim guru yang akan mempersiapkan siswa ke tingkat provinsi mengharumkan nama sekolah.
Saat itu, impian terbesarku adalah lolos OSN dan bertemu dengan Prof. Yohanes, seorang ahli fisika terkenal. Singkat cerita, aku berhasil meraih peringkat kedua pada tingkat provinsi. Persiapan pun semakin kupermantap. Semalam aku hanya tidur kurang dari empat jam. Aku mempelajari soal-soal OSN tahun-tahun sebelumnya.
Akhirnya tes tingkat nasional pun dimulai. Tesnya dilakukan sebanyak dua hari. Aku mengerjakan soalnya dengan seluruh kemampuanku. Setelah diperiksa, hasilnya adalah aku berada pada urutan pertama. Aku sangat senang karena akan dibimbing langsung oleh Prof. Yohanes untuk persiapan ke tingkat internasional. Ucapan syukur tak pernah berhenti mengalir dari mulutku. Tapi, tiba-tiba rasa senang itu berubah menjadi gugup, takut, dan malu ketika aku diminta untuk menyampaikan pidato singkat.
Seluruh tubuhku gemetar saat berdiri dipanggung. Mereka tidak tahu kalau aku ini tidak bisa bersuara. Ya, aku bisu dan inilah yang paling kubenci dari diriku. Namaku dan nama Nabi Yusuf memang sama, tapi aku berbeda 180 derajat darinya.
Sudah lima menit aku berdiri tanpa mengeluarkan suara. Tiba-tiba aku melihat ayah datang. Meski terlambat aku tetap senang dan yang membuatku lebih senang lagi, dia datang bersama Ibu. Saat itu, ayah melihatku dan sepertinya dia mengerti keadaanku saat itu.
“Dia anakku!! Ya, dia anakku.” Teriak ayah.
Semua orang di dalam ruangan berbalik ke arahnya. Ayah dan ibu kemudian berjalan naik ke atas panggung, berdiri di sampingku. Kemudian ayah berkat, “Lima bulan yang lalu, aku dan istriku berpisah. Aku tahu itu sangat menyakitkan hati Yusuf, tapi hari ini aku ingin mengatakan padanya bahwa kami sudah baikan kembali. Kalian mungkin heran kenapa Yusuf tidak mengeluarkan sedikitpun kata. Itu karena dia hanya bisa bersuara dengan hatinya dan hanya aku dan Ibunya yang bisa mendengar kata hatinya. Aku mewakili hati Yusuf mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, terima kasih kepada kepala sekolah, guru-guru serta teman-teman Yusuf. Sekali lagi terima kasih.”
Ruangan menjadi rebut karena gemuruh tepuk tangan. Beberapa diantara mereka bahkan menangis, termasuk kepala sekolahku. Aku yakin, dia tidak menyesal menerimaku saat itu.
KISAH TAUBAT MANTAN PENJAHAT, JADI IMAM MASJID
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sebut saja namanya Kadir. Wajahnya lumayan gagah. Ia anak kesayangan kedua orang tuanya sejak kecil. Di samping berprestasi, ia juga patuh dan taat pada kedua orang tua. Karena itu, saat keluar dari SMP, ia dimasukkan ke sebuah pesantren di Jawa.
Sebelum berangkat, sang bapak hanya berpesan satu hal, “Nak, mudah-mudahan kelak kamu bisa bangun langgar ya di sini. Kamu nanti yang menjadi imamnya.” Kadir yang masih remaja, hanya manggut-manggut saja.
Bertahun-tahun Kadir menghabiskan waktunya di pesantren. Akhirnya, Kadir lulus dengan nilai yang memuaskan. Doa kedua orang tuanya dikabulkan Tuhan. Kadir pun pulang ke rumah dengan dada tegap dan penuh kebahagiaan. Orangtuanya sampai membuat pesta syukuran.
Lulus dari pesantren, tidak banyak yang dilakukan Kadir di rumah. Untuk mengamalkan ilmunya, ia mengalami kesulitan. Sebab, di kampungnya, tidak ada pesantren dan masjid besar yang menyelenggarakan pengajian.
Tadinya, orangtuanya berniat langsung memasukkan Kadir ke bangku kuliah, tapi bapaknya minta Kadir rehat dulu setahun atau dua tahun. Masalahnya, usaha kebun palawija bapaknya sedang bangkrut karena habis dimakan hama. Jadi, tidak ada biaya lagi untuk menyekolahkan Kadir ke perguruan tinggi.
Banyak waktu luang, Kadir menghabiskan waktu dengan nongkrong bersama kawan-kawannya. Pergaulan dengan teman-teman lamanya ternyata membawa pengaruh buruk bagi Kadir. Ia jadi akrab dengan minuman keras. Mulanya ia bisa menolak jika teman-temannya menawarkan minuma keras kepadanya. Tetapi lama kelamaan keteguhannya jebol juga.
Hampir setiap hari, Kadir mabuk dengan kawan-kawannya. Tapi, untuk membeli minuman keras itu tentu membutuhkan uang. Dari mana Kadir mendapatkan semuanya itu? Jika sebelumnya, Kadir dikasih gratis oleh kedua sahabatnya, kali ini ia harus memakai uang sendiri.
Sejak itu Kadir menjadi seorang pemalak. Dalam perkembangannya, aksi Kadir lebih dahsyat lagi. Ia berani menghajar orang hanya karena tidak dikasih uang. Bahkan, Kadir mulai berani membawa senjata tajam berupa celurit kecil. Dengan senjata itu, pernah ia menyelurit kuping orang hingga putus dan berurusan dengan kepolisian.
Tetapi, setelah keluar dari kantor polisi, ia tidak jera, malah semakin beringas. Dalam kondisi inilah, kedua orang tua Kadir akhirnya meninggal dunia dengan tekanan berat karena kelaukan anaknya.
Mimpi Ayah ...
Bertahun-tahun Kadir melakoni kejahatannya: malak, mabuk, dan judi. Selama itu pula, banyak orang yang disakiti olehnya. Suatu kali, di tengah malam, ia duduk di depan rumahnya sendirian. Kali ini ia tidak berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. Ia menatap langit yang bertaburkan bintang.
Tiba-tiba ia teringat masa kecilnya yang indah bersama ibu dan bapaknya. Ia masih ingat bagaimana kedua orangtuanya mengajarinya mengaji dan memasukkannya ke pesantren di Jawa.
Terbersit dalam hatinya penyesalan mendalam atas perbuatan yang telah dilakukannya selama ini. Ia sudah lupa pada Tuhan. Shalat kadang ditinggalkannya. Bahkan, saat bulan Ramadhan tiba, ia jarang sekali berpuasa.
Tak lama kemudian Kadir masuk ke dalam dan tidur. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu bapaknya di suatu tempat yang sangat asing baginya. Di sekitarnya benar-benar hanya berwarna putih. Oleh bapaknya, Kadir ditanya, “Dir, kenapa kamu gak sadar-sadar juga? Hidup ini hanya sebentar. Kembalilah ke jalan yang benar!” Setelah itu, bapaknya pergi begitu saja.
Kadir terkejut dan terjaga dari tidurnya. “Ah, saya hanya mimpi!” bisik Kadir dalam hati. Tetapi, peristiwa itu tak pernah dilupakannya. Mimpi itu selalu tergiang-ngiang di telinganya.
Akhirnya, Kadir menjadi malas keluar rumah. Saat temannya menyambanginya, ia pun hanya berkata, “Badan saya lagi gak enak, nih. Kali ini saya absen lagi deh.”
Suatu kali Kadir masuk ke kamar bapaknya yang sudah lama tidak dilihat, sejak bapaknya meninggal. Keadaannya kotor sekali tak terurus. Debu dan sawang bertebaran di mana-mana. Ia kemudian membuka lemari pakaian bapaknya dan tiba-tiba sebuah benda jatuh. Ternyata benda yang jatuh itu adalah foto bapaknya.
Diambillah foto itu dan dilihatlah wajah bapaknya. Tanpa sadar Kadir menangis. Kedua kelopak matanya sembab dengan air. “Pak, maafkan Kadir! Selama ini Kadir telah mengecewakan Bapak. Karena Kadir, Bapak akhirnya meninggal dunia,” bisik Kadir dalam hati, sambil mengusap kedua pipinya yang basah karena lelehan air mata.
Sejak itulah, Kadir akhirnya bertaubat dan meninggalkan kebiasaan buruknya yang suka mabuk dan memalak orang. Pakaian lama yang pernah dikenakannya seperti kopyah dan sarung, kini mulai disarungkan kembali ke badannya.
Ya, ia sudah mulai shalat dan beribadah lagi kepada Tuhan. Sebagai bentuk penyesalannya, ia kemudian menjual kebun palawija warisan bapaknya untuk memenuhi amanat almarhum sebelum dirinya berangkat ke pesantren, yaitu mendirikan langgar (tajug/musholla).
Banyak orang yang tidak mau membantu Kadir. Mereka tidak percaya dengan maksud baik Kadir. Preman mana yang mau membuat langgar? Ejek mereka dalam hati.
Akhirnya, Kadir mencari orang dari desa tetangga untuk membangun langgarnya. Setelah langgar itu selesai dibangun, Kadir sendiri yang menghidupi langgar tersebut. Ia yang adzan dan iqamah.
Bahkan, bila ada jamaah datang, ia sendiri yang menjadi imamnya. Lama-kelamaan jamaah di langgar milik Kadir semakin banyak yang berdatangan. Langgar milik Kadir pun menjadi hidup dan ramai. Pasalnya, suara Kadir juga tidak jelek-jelek amat saat membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an. Bacaan tajwidnya juga bagus, sebab ia pernah jadi santri di Jawa.
Bahkan, setelah sekian lama berjalan, Kadir mulai dipakai di masjid di kampungnya sendiri. Ia sekali-kali menjadi imam dan khatib Jum’at di sana. Subhanallah! Sebuah akhir kisah hidup yang manis untuk seorang mantan penjahat! Semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini! aamiin.
[Seperti yang diceritakan Rahmat pada Hidayah]
Untuk membaca artikel-artikel menarik dan islami juga, klik aja blog di bawah ini yang menjadi favorit saya.
Sumber
RAHASIA DIBALIK JILBAB ANNISA
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Kisah nyata ini dari kawan saya bekerja. Semoga kisah ini berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa, juga bagi yang punya istri, yang punya anak perempuan, adik perempuan, saudara perempuan, kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuan dst. Sahabatku menceritakan:
Ini cerita tentang adikku Nur Annisa, gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.
Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka.
Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: “Mama coba lihat deh, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita, malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om, sering jalan jalan, masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan ”, bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis, lirih terdengar doanya: “Ya Allah, kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah “.
Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri, (bukan Effendy Khoiri lhoo, entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.
Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku: “Kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli ?
“..hus aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya”. Eehhh, tuuh anak benar benar datang ke rumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku, kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu, mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?
Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab yang panjang, rok panjang, lengan panjang. Aku sendiri tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib. Ku bilang ajaib karena dia berubah total.
Tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan, kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku, tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya, dan yang lebih menakjubkan lagi, bila teman ku datang dia menundukkan pandangannya. Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku..
Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun).
Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: “Dhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya “..Tak dapat kutahan air mata ini…
Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya. Diary yang selalu dia tulis, diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar, hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku.
Perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri. Disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :
Annisa : {Aku berguman, wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari) Ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.
Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.
Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.
Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.
Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?
Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.
Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.
Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.
Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?
Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin.
Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu.
Hijab lidah kamu dari berghibah (gosip) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT.
Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat.
Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk.
Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh.
Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.
Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.
Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.
Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.
Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.
Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita.
Ketika seluruh Nabi ketakutan.
Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini.
Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya.
Pada saat itulah manusia baru tersadar, saat keringat karena rasa takut yang amat sangat luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalanny.,
Ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah SWT murka, belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.
Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah SWT. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!
Sampai disini aku baca diary nya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain mahramnya.
Wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia-sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.
Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah SWT menerima Adikku di sisinya, Amin, Subhanallah.
Bapak-Bapak, Ibu-ibu, Saudara-Saudaraku, adik-adikku dan Anak-anakku yang dimuliakan oleh Allah SWT. Khususnya kaum hawa. Saya mengharap kisah nyata ini bisa menjadi iktibar, menjadi pelajaran bagi kita , bagi putri-putri kita semua. Semoga meresap dihati yang membacanya dan semoga Allah SWT senantiasa memberi petunjuk, memberi Rahmat, hidayah bagi yang membaca dan menghayatinya.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman kita untuk menjalankan (memenuhi) segala perintah-Nya dan menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya, dan mendapat derajat takwa yang tinggi, selamat didunia sampai di akhirat nanti, mendapat pertolongan dan syafa’at di hari yaumul hisab dan mendapat surga yang tinggi, amien.
Wallaahu a’lam bish shawab, billaahi taufik wal hidayah....
Bila anda mau beramal saleh, sampaikan kisah diatas kepada muslimah yang lainnya, supaya menambah iman dan taqwa mereka, insya Allah.
- Penulis : H.Muhammad Sukarman -















